try another color:
try another fontsize: 60% 70% 80% 90%

Sambutan Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara Pada Penutupan TOT UNTAR

 

Bapak ibu yang saya hormati, Selamat Siang dan salam sejahtera

Kepada Yth :

- Ketua Pembina Yayasan Tarumanagara Dr Ir.Ciputra;

- Wakil Ketua Pembina Yayasan Tarumanagara Prof.Dr.Singgih Dirga Gunarsa beserta Anggota;

- Rektor, Dr.Monty P Satiadarma,MS/AT.,MCP/MFCC.,DCH Psi beserta Wakil Rektor

- Para peserta Pelatihan Training Of  Trainers Entrepreneuship

 

Baru-baru ini seperti yang diberitakan oleh CNN, bahwa Krisis Ekonomi Dunia telah mengglobal, dapat kita bayangkan, Perusahaan otomotif tingkat dunia seperti Honda mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 3.100 karyawannya pada bulan Januari 2009. CNN melaporkan bahwa di Amerika, 651.000 karyawan dikenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh atasannya pada bulan Februari 2009, angka tertinggi sejak bulan Desember 1983. Media elektronik Kompas sendiri melaporkan bahwa berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia sampai akhir bulan Januari 2009, jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 27.578 orang. Sebanyak 24.817 orang lagi sudah masuk daftar tunggu PHK.

 

Nurani saya tersentak mendengar berita ini. Baik di luar negeri maupun di Indonesia, gelombang PHK tidak dapat dielakkan oleh para pekerja termasuk lulusan baru yang hendak mencari kerja. Setelah saya berdiskusi serta mempelajari, timbul pemahaman saya bahwa pendekatan mahasiswa sebagai pencari kerja harus diubah menjadi pembuka lapangan kerja. Ide ini ternyata diungkapkan dengan jelas dalam buku "Quantum Leap" karya Dr. Ir. Ciputra. Beliau muncul dengan konsep entrepreneurship bahwa setiap manusia memiliki bakat untuk menjadi entrepreneur. Seorang entrepreneur menurut beliau adalah orang yang mampu mengaplikasikan konsep merubah "rongsokan dan sampah menjadi emas" serta "menambahkan nilai ekonomi kepada suatu komoditas atau produk tertentu". Pada prosesnya seorang entrepreneur akan memberikan tiga manfaat yaitu membuka lapangan kerja, memberikan pendapatan bagi pemerintah dan menggairahkan perekonomian nasional.

 

Dr.Ir Ciputra dalam wawancaranya oleh Majalah Pendidikan "Campus" di Indonesia bulan Februari 2009, ia berpendapat bahwa jika sebuah universitas tidak mempunyai visi yang tepat mengenai pendidikan, maka hasilnya adalah sekelompok pencari kerja, bukannya pembuat lapangan kerja. Orientasi perguruan tinggi yang mengidealkan lulusan sebagai "ilmuwan" perlu dikembangkan lagi untuk menjawab tantangan ekonomi saat ini. Sebagai pengingat, beliau menghimbau bahwa tujuan pendidikan yang terpenting bukanlah mewajibkan mahasiswa meraih nilai tertinggi karena mampu menjawab soal dengan benar berdasarkan memori mereka, tetapi seharusnya mendorong mereka untuk mampu "menjawab persoalan kehidupan dan berpikir kreatif" yang akan mereka hadapi saat ini dan nanti.

 

Hadirin sekalian,

Dikaitkan dengan konteks keilmuan, bahwa mahasiswa dibekali dengan dasar intelektual berdasarkan disiplin ilmu mereka dan disinilah peran dosen seperti bapak ibu dibutuhkan. Dalam mata rantai pendidikan, dosen bertugas mengajarkan ilmu pengetahuan dan moral pendidikan mahasiswa. Kata kunci yang ingin saya tambahkan kepada para dosen adalah agar mereka juga dapat mampu menambahkan semangat entrepreneurship kepada para mahasiswa didiknya, sehingga mahasiswa memiliki alternatif lain daripada seorang pencari kerja. Sudah saatnya mahasiswa selain didorong untuk mengikuti kompetisi keilmuan tetapi juga dikenalkan kepada konsep penggabungan antara pemanfaatan hasil penelitian ilmu pengetahuan dengan keahlian wirausaha bagi yang berbakat dan berminat.

 

Oleh karena Training of Trainers Entrepreneurship telah mengajarkan kepada bapak ibu untuk dapat mengenal pemahaman mengenai Entrepreneurship, simulasi dan memahami serta mengerti pengalaman para Trainers atas konsep entrepreneurship. Selama kegiatan beberapa hari ini, bapak ibu diharapkan agar dapat merangkum konsep entrepreneurship untuk diaplikasikan kepada fakultas tempat bapak ibu bertugas. Akan lebih baik lagi jika hasil dari acara ini dapat direalisasikan dalam bentuk "buku panduan atau usulan kurikulum" bagi masing-masing fakultas untuk kemudian dimanfaatkan. Harapan saya adalah bahwa masing-masing Fakultas di Untar memiliki mata kuliah dengan konsep entrepreneurship, sebab konsep ini bukan merupakan monopoli dari disiplin ilmu tertentu melainkan dapat diadopsi dan dimodifikasi oleh berbagai cabang ilmu pengetahuan demi kepentingan pendidikan.

 

Maka dari itu, patut kita simak pula pernyataan Bapak Dr. Ir.  Ciputra pada awal pembukaan acara ini bahwa setiap orang memiliki bakat menjadi seorang entrepreneur dan bukan merupakan hak istimewa segelintir orang saja. Oleh karena itu, pelatihan yang diajarkan pada periode ini tidak akan berhenti pada disini saja, tetapi tetap terus dikembangkan dan ditularkan kepada masyrakat luas pada umumnya dan mahasiswa Untar pada khususnya.

 

Singkat kata, semoga dengan terselenggaranya acara TOT Entrepreneurship ini, Untar dapat mengadvokasikan konsep entrepreneurship kepada mahasiswa didiknya.  Besar harapan saya bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, bapak ibu sekalian dapat menjadi Trainer dan membagikannya pula kepada yang lain. Harapan saya pula dengan diadakannya pelatihan entrepreneurship ini dapat menghasilkan jiwa-jiwa dan pemikiran-pemikiran baru dari Untar yang dapat terus berinovasi dalam dunia keilmuan maupun sosial dalam masyarakat luas. Dalam TOT Entrepreneurship ini ada yang setuju mengenai konsep entrepreneurship dan ada yang kurang setuju, harapan saya adalah agar semua hal tersebut dapat diresponi dengan baik dan alangkah baiknya apabila hal tersebut dapat disampaikan secara terbuka serta terpenting dapat memberikan saran juga solusi.

 

Demikianlah sebagian kecil yang dapat saya sampaikan mengenai Penyelenggaraan TOT Entrepreneurship ini, dimana sebelumnya saya telah membuat Summary Buku Quantum Leap Bpk Dr.Ir.Ciputra berupa komentar dalam setiap bab nya yang terdiri dari 17 Halaman, Input  8 Halaman dan pandangan sebanyak 4 halaman, sehingga Total sampai dengan hari ini adalah sebanyak 29 Halaman.

 

Apresiasi yang besar sampaikan pertama-tama untuk Bapak Dr.Ir Ciputra selaku penggagas dan tokoh yang telah membesarkan Entrepreneurship di Indonesia. Kepada Pak Monty selaku Rektor, Ibu Sofia warek I dan Pak Eduard Warek IV yang berkontribusi besar membantu Penyelenggaraan TOT Entrepreneurship ini, serta Pak Agung dan Pak Antonius yang telah mentraining para peserta TOT.

Semoga semangat akademik dan semangat entrepreneurship dapat semakin bertumbuh di Tarumanagara. Selamat bagi bapak ibu yang telah mengikuti Training of Trainers Entrepreneurship ini.  Sekian dan terima kasih.

 

 

PENGURUS YAYASAN TARUMANAGARA

 

 

 

Serian Wijatno,S.E.,M.M

                                                                             Ketua

- Lintas Berita :

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <u> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <img> <p> <div> <span> <br> <b> <i> <h1> <h2> <h3> <h4> <h5> <h6> <hr> <cite>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.
  • Use <!--pagebreak--> to create page breaks.
  • Flash node macros can be added to this post.
  • You may use [view:viewname] tags to display listings of nodes.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Security question, designed to stop automated spam bots