try another color:
try another fontsize: 60% 70% 80% 90%

Luncurkan Buku, Ciputra Bagi Resep Kewirausahaan

Begawan properti Dr. Ir. Ciputra kian getol menularkan virus kewirausahaan untuk menggairahkan perekonomian bangsa. Pendiri Grup Ciputra itu yakin, semangat kewirausahaan akan menjadi kunci bagi republik ini untuk bertahan dan bangkit di tengah ancaman turbulensi finansial global. Kredo itu dituangkannya dalam sebuah buku berumbul Quantum Leap yang diluncurkan dalam acara sederhana, Rabu (10/12).

Laporan Eri Irawan, Jakarta

BANYAK orang tahu bagaimana tangan dingin Ciputra menyulap sebuah lahan yang semula dianggap ‘'sampah'' menjadi kawasan properti kelas atas. Mulai untuk hunian hingga tempat rekreasi. Pria kelahiran 24 Agustus 1931 itu seolah menjadi ikon properti berkat sederet kesuksesannya.

 

Setelah penuh gelora membangun kapal bisnisnya hingga kini meraksasa hingga ke luar negeri, di masa senjanya, Pak Ci, demikian Ciputra karib disapa, justru merasa resah. Ada apa gerangan? ‘'Saya cinta Indonesia. Tapi, mengapa negeri ini masih sulit mengejar ketertinggalannya?'' kata Ciputra di sela peluncuran bukunya, Quantum Leap: Bagaimana Entrepreneurship Dapat Mengubah Masa Depan Anda dan Masa Depan Bangsa, Rabu (10/12).

 

Peraih gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT itu merasa negeri ini relatif jauh tertinggal. Dan, berbekal pengalamannya, dia yakin kalau jalan untuk mengejar ketertinggalan adalah dengan menyemai sebanyak mungkin entrepreneur. Berdasar kalkulasi Ciputra Foundation, jumlah entrepreneur di tanah air saat ini baru sekitar 400 ribu orang atau 0,18 persen dari populasi. Padahal, untuk menjadi bangsa maju, Indonesia setidaknya perlu wirausahawan 2 persen dari populasi.

 

Ciputra selalu mengelus dada melihat banyak kisah ketertinggalan dan keterpinggiran masyarakat. ‘'Kita ini apa tidak sedih menjadi bangsa pengirim TKW. Ada TKW yang bunuh diri, ada yang diperkosa. Coba bayangkan, itu bangsa kita,'' tuturnya. Bagaimana caranya mengejar ketertinggalan itu? ‘'Tidak ada jalan lain, kita harus melompat untuk mengejar ketertinggalan,'' tegas pria kelahiran Parigi, Sulteng, itu.

 

Tanpa kemauan untuk melompat, kata dia, sulit bagi bangsa ini untuk bangkit sejajar dengan negara lain. Bahkan, dia memprediksi, perlu sekitar 25 tahun lagi untuk menumbuhkan budaya wirausaha yang mengakar di republik ini. Bos Grup Metropolitan itu lantas menceritakan kisah hidupnya yang penuh dengan lompatan. ‘'Bahkan, sepanjang hidup saya selalu melompat,'' tutur Pak Ci. Ketika berumur 12 tahun, Pak Ci sudah harus bekerja keras membanting tulang membantu perekonomian keluarganya. Di tengah keterbatasan yang menggiris hati, Ciputra ngotot untuk tetap ‘'melompat''. Dia menabalkan tekad untuk terus menuntut ilmu, sampai ke Manado.

 

Pascalulus SMA di Manado, dia melompat ke tanah Jawa, berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). ‘'Itu kesekian kali saya lompat,'' ujarnya. Lulus dari kampus bergengsi itu, Ciputra menjadi konsultan proyek. Namun, ‘'hobi melompatnya'' tak dapat dibendung. ‘'Saya tinggalkan dunia konsultan. Saya ingin menciptakan produk saya sendiri,'' tuturnya. ‘'Memang konsultan itu entrepreneur, tapi saya ingin punya project sendiri,'' ujarnya.

 

Lompatan pertama untuk menyemai benih wirausahawan, kata Pak Ci, tentu saja lewat jalan pendidikan. ‘'Bagaimana entrepreneur center itu disebarkan di sekolah-sekolah, universitas-universitas. Bahwa sarjana harus jadi pencipta kerja, bukan pencari kerja. Masalahnya rektor kita banyak tak tahu bagaimana caranya,'' ujarnya.

 

Jalan pendidikan kewirausahaan itu harus dilakukan sungguh-sungguh. Pemerintah harus punya komitmen. Misalnya, kata dia, mengalokasikan 1 persen dari APBN (atau sekitar Rp10 triliun) setiap tahunnya untuk program pendidikan kewirausahaan di semua level, mulai dari tingkat dasar hingga universitas. ‘'Dana itu tak ada apa-apanya untuk kemajuan bangsa di masa mendatang. Ini bukan hanya masalah menjadikan masyarakat makmur secara ekonomi, tapi juga makmur jiwanya,'' ujarnya.

 

Program-program itu harus dilakukan secara kontinyu. ‘'Sebab, Anda tak mungkin bisa menjadi entrepreneur dengan iseng-iseng,'' kata peraih gelar Entrpreneur of the Year 2007 versi Ernst & Young itu.

 

Terkait bukunya, Ciputra menuturkan bahwa itu hanya awalan saja. Buku bersampul gambar dirinya itu hanya pembuka dari karya-karya yang akan dihasilkan Ciputra. ‘'Ini baru pengantar saja. Nanti ada yang lebih teknis, kita siapkan bagaimana kurikulum pendidikan kewirausahaan yang bisa diimplementasikan di sekolah hingga universitas,'' ujarnya.

 

Tidak hanya itu, Ciputra yang juga bos Grup Jaya itu juga akan membikin serial di televisi tentang kisah entrepreneur. Bahkan, akan diproduksi sebuah film yang akan mengisahkan jalan hidup para entrepreneur. ‘'Saya sedang bicara dengan pengusaha film asal India, kita diskusi jalan ceritanya. Kalau ada Laskar Pelangi, kita ingin bikin film Laskar Entrepreneur,'' ceritanya.

 

Bagi Pak Ci, mimpi memang lebih kuat dari fisiknya yang sudah mulai senja. Dia percaya, meski kelak mungkin sudah tiada, apa yang kini dirintisnya soal pembangunan budaya wirausaha akan berguna bagi kesejahteraan bangsa. ‘'Mimpi itu kadang lebih kuat daripada fisik. Dulu ketika Martin Luther memimpikan bangsa kulit hitam bisa memimpin, semua ketawa. Sekarang terbukti Obama terpilih,'' ujarnya.(jpnn/fia)

sumber : Riau Pos

- Lintas Berita :

Comments

Luar biasa....saya ingin

Luar biasa....saya ingin memiliki daya juang seperti pak ci

Luar biasa....saya ingin

Luar biasa....saya ingin memiliki daya juang seperti pak ci

subhanallah

luar biasa... tak kan kubiarkan diriku tidak berguna.

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <u> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <img> <p> <div> <span> <br> <b> <i> <h1> <h2> <h3> <h4> <h5> <h6> <hr> <cite>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.
  • Use <!--pagebreak--> to create page breaks.
  • Flash node macros can be added to this post.
  • You may use [view:viewname] tags to display listings of nodes.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Security question, designed to stop automated spam bots