
Sesi mentoring pelatihan intensif Entrepreneurship kerjasama University of Ciputra Entrepreneurship Center - Jawa Pos mengundang Fransisca Johanes pada hari Jumat tanggal 3 Juli 2008. Entrepreneur wanita yang lebih akrab dengan panggilan Sisca ini membagi pengalamannya dalam membangun bisnis.
Sisca menempuh pendidikan S1 di Universitas Kristen Petra Jurusan Pariwisata. Perjalanan karir Sisca dimulai saat Ia kuliah sambil bekerja di TVRI sebagai dubber dan translator. Juga pernah mengajar bahasa Inggris di beberapa lembaga kursus. Ia juga memperoleh banyak pengalaman selama bekerja di Laser Quest, sebuah perusahaan milik asing yang dulu pernah beroperasi di Galaxy Mall, Surabaya.
Setelah berkarir di beberapa tempat, Sisca memutuskan untuk merintis (start-up) bisnisnya sendiri. Sisca menekankan dalam merintis usaha tidak ada sesuatu yang mudah. "Butuh perjuangan, apalagi jika dimulai dari nol" ujarnya.
Kondisi dimana Ia telah berkeluarga dan memiliki buah hati menggerakkan niat Sisca untuk memiliki bisnis sendiri, dimana jika demikian Ia tidak terikat waktu yang ketat dan tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai seorang Ibu.
Bisnis yang pertama kali Ia gulirkan adalah produk pewangi (softener) dengan berbekal kursus dan perijinan yang Ia tangani sendiri. Kendala awal bisnis ini adalah modal yang cukup besar dimana setiap order yang masuk bisa menghabiskan biaya hingga Rp 100 juta untuk packing plastiknya saja, belum termasuk isi dan dus. Hal ini Sisca siasati dengan menggunakan plastik gula yang tebal untuk menghemat biaya packing.
Kemasan yang kurang menarik membuat bisnis softener ini membutuhkan usaha ekstra agar bisa dijual. "Kuncinya muka tebal" kata wanita yang teah memiliki seorang putra ini. Sisca menawarkan produknya hingga door to door, memasang iklan di koran dan Yellow Pages
Setelah produk softener telah stabil, Sisca mengembangkan produk parfum (fragrance). Ia membidik pasar yang membutuhkan parfum dengan kemasan volume yang kecil. Awalnya Ia kesulitan memasarkan produknya karena skala usaha yang masih tergolong kecil dipandang sebelah mata. Kemudian Ia mencoba bekerjasama dengan distributor parfum dari Singapura namun tanpa support penuh. Hal ini dikarenakan saat itu Sisca belum memiliki infrastruktur yang baik sehingga belum dipercaya penuh. Kemudian Ia menjalin bekerja sama dengan perusahaan fragrance dari Malaysia, kali ini mendapat dukungan penuh karena telah memiliki sumber daya yang lebih siap.
Berikutnya setelah bisnis softener dan parfum sudah dapat berjalan, Sisca bersama 3 rekan lainnya membuat pusat permainan Virtual Strike (VS). Bertempat di Golden City Mall Surabaya, VS menyediakan permainan arena tembak laser, futsal, multiplayer dan café. Core business VS adalah arena laser, yaitu permainan beregu dimana masing-masing tim berusaha untuk mengalahkan lawannya dalam suatu arena yang dikondisikan seperti layaknya perang militer namun dengan menggunakan senjata laser. Arena Laser tersebut merupakan lisensi dari luar negeri dengan kontrak per 5 tahun.
Karena luas lahan yang disewa cukup besar (lebih dari 500 m2), maka sisa tempat yang tidak terpakai untuk arena laser dialokasikan untuk cafe, lapangan futsal dan multiplayer.
Proses survey, planning dan eksekusi memakan waktu hingga delapan bulan. Sisca melakukan riset ke beberapa lapangan futsal lalu juga menyebar dua ribu polling ke kalangan anak SMU, mahasiswa dan umum. Proses planning memakan waktu paling lama karena dipakai untuk merumuskan strategi bisnis, pembiayaan dan struktur organisasi.
Sisca juga memilih mengembangkan arena futsal karena saat ini sedang in. Pesaing saat itu masih sedikit dan kebutuhan akan lapangan futsal begitu tinggi. "Lapangan futsal masih hot item, selalu penuh" ujar Siska. Promosinya pun hanya memerlukan publikasi yang minim, cukup dengan beberapa kali penyebaran brosur. Namun Sisca juga mengutarakan prediksi bahwa dalam satu hingga dua tahun kedepan akan menunjukkan tren menurun karena makin banyaknya pesaing. Operasional lapangan futsal dimulai dari jam 10 pagi hingga 10 malam, bahkan kini telah extend hingga pukul 3 pagi untuk booking khusus.
Biaya maintenance paling besar untuk operasional lapangan futsal ada pada perawatan rumput. Rumput sintetis yang dipakai biasanya rusak setelah sekian lama terinjak sepatu pemain.
Pada pagi dan siang hari lapangan futsal disewa oleh pelajar dan mahasiswa. Sedangkan pada sore dan malam hari biasanya didominasi oleh segmen umum dan karyawan. Selain itu VS juga menyasar kebutuhan outbound bagi perusahaan. Sisca melihat tingginya demand akan event outbound, namun umumnya berada di luar kota Surabaya dan tarifnya mahal. VS menawarkan paket outbound dengan biaya yang lebih murah.
Dalam membangun VS, Sisca bekerjasama dengan 3 rekan lainnya. Ia menjabat sebagai Managing Director yang bertanggungjawab dalam operasional dan pengambilan keputusan. Sedangkan ketiga rekannya menangani hal yang lebih minor. Pembagian seperti ini dipandang lebih ideal agar tidak terjadi konflik dalam menjalankan bisnis ini.
Proyeksi BEP adalah 4 tahun karena investasi besar yang menyentuh angka Rp 4 milyar. Awalnya perkembangan VS sempat fluktuatif namun kini sudah mulai stabil dan telah on track sesuai proyeksi. Dari total investasi, arena laser memakan porsi paling besar. Sedangkan untuk menyiapkan lapangan futsal dengan rumput standard Eropa, Sisca mengalokasikan danasebesar Rp 250 juta.
Lapangan futsal juga memerlukan biaya maintenance. Dalam jangka waktu 6 bulan rumput biasanya sudah mulai rusak terkena sliding para pemain dan harus diganti dengan yang baru. Biaya operasional bulanan yang paling besar adalah tagihan listrik yang mencapai Rp 100 juta per bulan.
Total karyawan yang bekerja pada VS adalah sebanyak 22 orang untuk kebutuhan operasional, marketing, HRD, supervisor dan keuangan. Sebanyak 6 orang digilir pershift untuk operasional.
Promosi dilakukan dengan flier dan iklan di media cetak, terutama koran lokal karena efektifitasnya tinggi. VS rutin memasang iklan di koran sebanyak 2 kali dalam sebulan.
Selain promosi above the line secara konvensional, VS juga menerapkan strategi below the line dengan menggandeng komunitas. Setiap dua bulan sekali diadakan turnamen baik untuk arena laser, multiplayer maupun futsal. Contohnya, baru saja VS menggelar Kejuaraan Futsal Wanita. Event-event semacam ini biasanya juga menggaet sponsor. Namun tujuannya bukan profit tapi lebih diutamakan untuk kepentingan promosi.
Setiap malam minggu VS memberi kesempatan pada band-band musik Indie untuk tampil menghibur pengunjung. Hal ini dilakukan untuk menggaet komunitas kawula muda untuk datang dan bermain di arena VS. Komunitas inilah yang menjadi tenaga ‘sales' yang loyal untuk promosi mulut ke mulut.
VS juga memfasilitasi team-team yang ingin bertanding head-to-head. Cara ini jitu untuk menaikkan tingkat okupansi arena laser.
Arena Laser akan dikembangkan lagi dengan konsep-konsep yang menarik. Terutama dari aturan permainan, teknologi, story line dan dekorasi arena. Kedepannya juga akan diaplikasikan Base station atau sistem benteng dimana masing-masing tim memiliki markas dan berupaya untuk merebut markas lawannya untuk memenangkan pertandingan. Roadshow dari kota ke kota juga menjadi rencana kedepan VS.
Selain menekuni bisnis, Sisca juga aktif berorganisasi. Saat ini Ia juga terlibat dalam Surabaya Tourism Promotion Board (STPB) sebagai Executive Secretary. Aktif dalam berorganisasi membuka pintu bagi dirinya untuk belajar banyak hal.
Di akhir sesi mentoring, Sisca memberikan beberapa tips sukses bagi entrepreneur :
Comments
halo mba sisca. saya mau
Sat, 20/09/2008 - 00:31 — Entrepreneur (not verified)halo mba sisca.
saya mau tanya2 nih soalnya juga mau buka lapangan futsal.
biaya maintenancenya mahal yah mba?setau saya bukannya murah soalnya hanya dengan penambahan pasir?
Halo..... Mr. x
Mon, 22/09/2008 - 08:19 — winarto.poernomoSalam pak/bu (maaf saya tidak tahu namanya karena tidak disebutkan)
Untuk futsal sebetulnya ada berbagai macam lapangan, untuk lapangan yang digunakan ibu sisca adalah rumput sintetis.. karena itu untuk maintenance cukup berkontribusi besar dari keseluruhan struktur pengeluaran untuk bisnis ini.
Kalau boleh tau bpk/ibu ingin buka lapangan futsal dimana? sampai sejauh mana progressnya? kebetulan salah satu peserta training kita ada yang berkeinginan juga untuk membuka lapangan futsal di surabaya dengan konsep yang cukup menarik..
thanks
Winarto
salam futsal
Sat, 27/09/2008 - 00:59 — charles (not verified)ini saya pak Mr X.:)
saya akan buka lap futsal indoor di padang,Sumatera barat.
skg lagi proses konstruksi makan waktu kira2 2-3 bln pak.
saya masih bingung harus menggunakan rumput sintetis jenis/tipe apa dan menggunakan jasa pemasangan dari perusahaan mana.Munkin bapak bisa memberi saya nasehat karena saya baru dibidang ini.thx
futsal
Sat, 04/10/2008 - 03:02 — winarto.poernomobapak dapat menghubungi saya melalui japri di winarto.poernomo@ciputra.ac.id , nanti akan saya berikan nomor telepon salah satu peserta training entrepreneurship kita yang kebetulan pernah melakukan riset mengenai lapangan futsal. Bila berkenan mungkin dia mau share ke pak charles mengenai jenis rumput sintetis. (bisa juga dicek hasil browsing saya di http://superiklan.com/Futsal/RUMPUT%2BSINTETIS%2BFUTSAL-2354-1731-163.ht... atau http://jatiindahzaifu.indonetwork.co.id/609123/futsal-courtsrumput-futsa...)
beberapa hal kunci yang saya peroleh melalui bincang bincang bersama bu fransisca dan mungkin bisa menjadi masukan untuk pak charles:
1. Penting sekali untuk melakukan banyak kegiatan promosi below the line dan community marketing untuk secepatnya dan sebanyak mungkin menjaring klub klub futsal maupun penghobi futsal
2. futsal adalah olahraga yang sedang berkembang dan bisa dibilang sudah mencapai puncaknya di beberapa kota, karena itu bisnis lapangan futsal lambat laun akan menjadi bisnis generik dan banyak kompetitor (sudah mulai tampak di jakarta dan surabaya). salah satu cara bersaing yang bagus adalah dengan mempersiapkan konsep yang kuat sejak awal(tidak sekedar menyediakan lapangan futsal) dan memiliki target komunitas yang jelas (supaya kegiatan community marketing bisa lancar)
Thanks
Winarto
info
Wed, 03/06/2009 - 09:08 — dimas (not verified)Siang mbak siska
Cerita yg sangay menarik.....
Gini mbak, saya dimas dr jkt, saya mengelola lapangan futsal di daerah jaksel.
Saat ini di daerah jaksel sudah mulai banyak lapangan futsal baru.
Selain promosi below the line, promosi apalagi ya yg ampuh untuk tetap mempertahankan posisi.
Thanks
Salam olahraga
Dimas
081932484777
Post new comment