
Venny Sutedja adalah seorang entrepreneur yang telah berpengalaman dalam bisnis kuliner dan pendidikan. Latar belakang pendidikan beliau adalah Arsitektur UK Petra dan Manajemen di IPPN Jakarta. Pernah bekerja sebagai professional di Bank Panin, PT. Intikom Berlian Mustika (Jakarta), Martina Berto (Jakarta), Manager dari Marketing Division serta Project Manager Food & Beverage Maspion Surabaya.
Pengalaman entrepreneurship Venny Sutedja sudah cukup banyak. Diantaranya pernah terjun di bisnis restoran "Noodle Garden" di food court Studio PTC Surabaya. Sampai saat ini masih mengelola "Marina Food Stall" di Ciputra Waterpark. Beliau kini juga fokus di pusat pendidikan bahasa "Sentra" di wilayah Citra Raya Surabaya.
Pada hari Jumat, tanggal 16 Mei 2008, beliau bersedia melakukan sharing dalam sesi mentoring dengan peserta training entrepreneurship Ciputra Foundation-Jawa Pos. Dalam awal sesi, beliau melontarkan pertanyaan : "Mengapa kita perlu bekerja?". Beliau memberikan alasannya : Penghasilan, Relasi, Aktualisasi Diri dan Enjoy (menikmati pekerjaan tersebut). Untuk menjadi entrepreneur akan lebih mudah jika memiliki pengalaman, namun bagaimana jika tidak ? Belajarlah dari orang-orang yang telah sukses. Bisa dari membaca buku (profil sukses), relasi dan ‘Tolah Toleh' (observasi). Observasi usaha-usaha baru, analisa mengapa bisnis tersebut bisa sukses. Mall adalah tempat yang baik untuk observasi.
Menurut Ibu Venny, Entrepreneurship memiliki unsur resiko. Untuk meminimalisasi resiko, anda perlu mengestimasi waktu dan modal yang anda punya untuk di-investasikan dalam bisnis. Apabila telah melebihi estimasi yang ditentukan, maka anda perlu mempertimbangkan keputusan untuk cut-loss. Bilapun kerugian terjadi, seorang entrepreneur harus siap mental.
Dalam menentukan bidang usaha ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, antara lain :
Pesiapan dalam memulai usaha :
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan :
Venny Sutedja juga memberikan tips membuat bisnis yang dapat dikembangkan, kuncinya adalah membuat usaha yang inline (satu jalur). Produknya saling melengkapi, misalnya yang tadinya berjualan mie, maka kemudian bisa memproduksi mie. Bila menjual Teh, kemudian dapat menambahkan pearl kedalamnya. Atau dapat juga terjun ke bisnis dimana waktunya dapat dibagi untuk bisnis lainnya. Ibu Venny mencontohkan bisnis pusat bahasa "Sentra" yang tidak ramai ketika masa libur. Sebaliknya bisnis Food Stall di Waterpark lebih ramai saat hari libur sekolah. Maka dengan demikian beliau dapat membagi waktu dalam pengelolaan bisnis-bisnisnya.
Ada 2 jenis bisnis pendidikan, formal dan non formal. Formal misalnya SD, SMP, SMA dan seterusnya. Sedangkan yang informal dalam bentuk kursus. Misalnya kursus ketrampilan, bahasa dan ilmu-ilmu lain.
Bisnis di bidang ini akan sangat berhubungan dengan manusia dan kebanyakan adalah anak-anak. Ibu Venny menyebutnya sebagai manusia kecil dengan kemampuan absorb yang besar. Apa yang diajarkan pada anak-anak akan berpengaruh hingga mereka dewasa.
Ada kalanya banyak masalah-masalah timbul baik dari anak itu sendiri, keluarganya dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi proses belajar anak di suatu kursus / lembaga pendidikan. Sebagai pengelola, masalah-masalah ini jangan dibiarkan saja. Tips dari Venny Sutedja, pakailah hati. Butuh kesabaran dan pendekatan personal untuk mengatasi masalah-masalah murid.
Di Sentra, lembaga pendidikan bahasa yang dikelola Venny Sutedja, suasana belajar dibuat menjadi fun. Misalnya dengan membuat game sederhana diawal dan diakhir sesi. Tujuan dari game ini adalah membuat anak didik terlibat dan berbicara.
Marketing sebaiknya melihat target pasar tertentu. Pada kasus Sentra, target yang dituju adalah pasar di Surabaya Barat. Karena itu kampanye promosi dilakukan lebih spesifik di daerah Citra Raya, Pakuwon dan Graha Famili.
Dari sisi keuangan, problem yang sering timbul pada lembaga pendidikan adalah keterlambatan pembayaran iuran kursus. Untuk menyiasati masalah ini, Ibu Venny menerapkan term pembayaran tiap tiga bulan.
Kehadiran owner juga berperan besar. Motivasi karyawan akan lebih besar ketika owner ikut turun tangan. Konsumen pun juga akan lebih percaya dengan bisnis anda karena mereka melihat sendiri keseriusan anda dalam mengelolanya.
Kesuksesan Venny Sutedja mengelola "Sentra" berakar dari minat beliau pada dunia pendidikan. Sejak kecil beliau sudah hobi mengajar anak-anak kecil disekitar rumahnya. Artinya passion juga berperan besar dalam berwirausaha. Reputasi beliau dalam mengajar di sekolah minggu juga menambah kepercayaan konsumen untuk mendidik anak mereka di lembaga pendidikan "Sentra".
Ibu Istiwati Kiswandono memberikan summary kunci kesuksesan Venny Sutedja dalam video berikut :
Comments
Post new comment