try another color:
try another fontsize: 60% 70% 80% 90%

Mau ber-Wiraswasta Yakin?

Mau ber-Wiraswasta Yakin?

Kenapa saya kasih judul itu....???

biar menarik aja hehehe... : ]

siapa sih yang ga ingin mempunyai keleluasaan waktu bekerja tanpa diatur atur orang lain? dan juga siapa juga ga ingin mendapatkan gain yang lebih baik dari hasil bisnis yang kita jalankan, mungkin dengan melihat banyak contoh yang telah ada si A si B si C dan si si lainnya. Yah.. si dan si merupakan figur pengusaha yang sudah sukses saat ini dan patut menjadi bagian dari motivasi jalan perjuangan kita2. Tapi per juangan si .. dan si... bukan terlihat saat ini secara subyektif, tapi bagaimana kita melihat secara objektif bagaimana si.. dan si... masa lalunya penuh dengan keringat dan peluh hingga bisa mencapai situasi dan kondisi saat ini.

Dari banyak angan2 yang samar (pada awalnya) bisa menjadi kenyataan dan terwujud nyata. Wiraswasta menjadi sebuah pilihan dan juga menjajal sebuah kesempatan. Mencoba terjun wiraswasta kadang penuh dilema kenapa? punya pemikiran ide dan konsep tapi minim modal, punya modal tapi minim ide konsep dan pemikiran, kedua hal ini yang kadang mempunyai korelasi sangat kuat, modal bukan segalanya tapi apa iya sebuah konsep dan ide mampu bergulir tanpa modal, dan teradang konsep di atas modal pada saat anda menemukan waktu yang tepat di saat yang tepat dala artian get lucky berpihak pada anda dimana konsep anda dihargai oleh orang lain dan ingin maju bersama, dengan catatan hati2 konsep dan pemikiran kita di-copycat partner sendiri (satu dua kasus ada kejadian seperti ini) dan itu perih rasanya. jadi kedua masalah ini yang terkadang menjadi sedikit kendala, bukan kendala yang berarti hanya tinggal waktu dan kesempatan yang tepat, dan juga In god we trust...

kita mungkin handal dalam berencana melakukan sebuah forecast atas rencana usaha, margin sekian, omset sekian, dan bla..bla.. sekian, namun berhati2lah dengan hal terseut, apalagi bila kita dihadapkan dengan investor biasanya ada perjanjian secara tertulis, jangan sampai kita terlalu bicara manis akan sebuah perencanaan, yah namanya juga perencanaan kita pastinya ingin berencana yang terbaik, karena kita berharap investor bisa manggut2 dan acc dengan rencana bisnisnya. Bicaralah yang sedikit pahit atau pahit sekalian, karena bisnis penuh dengan probabilitas, antara ada kepastian dan ketidak pastian, mengapa karena kita menjaga kepercayaan yang lebih dipentingkan, karena pada saat anda bicara pahit tentang sebuah prospektus bisnis anda sudah bicara pada rasio manajemen resiko yang mugkin akan anda hadapi sehhingga tidak menjadi sebuah hambatan apabila terjadi sebuah peristiwa yang tiak anda harapkan dan anda harus memebarikan laporan pertanggung jawbaan. Yang terpenting dengan bicara pahit tapi anda mampu meng-intrepretasikan sebuah peluang dan prospektus yang baik. seperti sebuah semboyan badan intelijen amerika kalo tidak salah ya... punya semboyan dalam setiap melakukan tugas  "berharap yang terburuk, mengharapkan yang terburuk", bisa kita bayangkan bagaimana canggihnya Amerika namun memakai semboyan seperti itu, karena mereka tau sebagus dan sebaik apapun perencanaan terkadang meleset bahkan berantakan, jadi kedepankan pahit dan terburuk....

Melakukan bisnis tidak semudah dengan imajinasi kita, kejelian dan kecermatan yang kita butuhkan, bahakan insting atau intuisi sekalipun harus diperlukan (bukan sperti dukun ya tapi seorang pebisnis itu mempunyai insting yang kuat dalam menentukan sebuah keputusan). bahasa mudahnya ya mungkin di bangku sekolah atau kuliah kita di doktrin dengan teori2 yang arahnya untuk perencanaan bisnis, itu yang kita pertajam paling tidak bisa menjadi sebuah pedoman dalam menjalankan bisnis. gampangnya kalo dlam buku2 pilihlah peluang yang tepat, tempat yang tepat dan strategis (kalo jualan produk dan jasa), dan bla2.... pokoknya ya kaya yang di buku2 itu. tapi pertajam intuisi bisnis anda karena keputusan kadang hadir di situ.

Yakin.. ya yakin dengan pilihan ini pasti ada jalan, walaupun teman, tetangga, saudara, orang tua selalu bertanya / mungkin ngeledek "wah sudah sukses nih... atau belum??" ini juga pertanyaan yang selalu menghantui orang2 yang berjuang wiraswasta. kalo keyakinan mulai pupus dan harapan seakan sirna silahkan siapkan mental anda agar bisa meng-cover masa2 down anda. kalo masih pupus dengan jalan ini pekerjaan formal menjadi pilihan.. hehe

saya sekedar share karena saya pun juga menghadapi maslah yang sama bagaimana berjuang dalam dunia wiraswasta sayapun masih bersahabat dengan kegagalan dan kendala, kendala seperti di atas ya mutlak saya rasakan jadi semga share diskusi ini bermanfaat bagi yang ingin berjuang. Jangan takut dimana ada usaha di situ ada jalan dan hindari lobang2 agar tidak terjatuh nantinya....

bagaimana menurut rekan2 dan pengalaman bejuang dalam ber-wiraswasta????

 

*mohon maaf kalo ada salah kata dalam mempersepsikan tentang kewirausahaan 

 

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <u> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <img> <p> <div> <span> <br> <b> <i> <h1> <h2> <h3> <h4> <h5> <h6> <hr> <cite>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.
  • Use <!--pagebreak--> to create page breaks.
  • Flash node macros can be added to this post.
  • You may use [view:viewname] tags to display listings of nodes.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Security question, designed to stop automated spam bots