try another color:
try another fontsize: 60% 70% 80% 90%

Hasil dari Workshop = Prihatin

Hasil dari Workshop = Prihatin

Hasil dari Workshop = Prihatin

Sebagai Training Coordinator Program Pendidikan Entrepreneur K-12 Ciputra Way, saya berjumpa banyak guru yang ada di Indonesia. Ditengah-tengah training dan waktu istirahat biasanya saya menyempatkan  diri untuk ngobrol dengan para peserta yang kebanyakan guru. Dari mereka saya jadi tahu kalau materi yang saya trainingkan itu bagus dan memberi inspirasi bagi mereka. Namun....dari mereka juga saya mengetahui bahwa inspirasi bagus yang didapat dari workshop -workshop atau training-training yang diadakan tidak pernah bisa di implementasikan di sekolah mereka. Aku mencoba mencari jawab: mengapa ya kok bisa seperti ini????

Jika teman-teman guru atau pimpinan sekolah mempunyai pengalaman untuk memecahkan masalah ini. jangan sungkan berbagi dengan saya. Saya tunggu ya.

 

Lucky

Comments

Training based on Demand

Halo pak Lucky,

Saya tetangga sebelah bapak di UC (R.203 atau BPU).
Menurut saya training yang bapak berikan adalah best practice dari pengalaman bapak selama ini. Namun menurut saya tiap sekolah punya tantangan berbeda, sehingga apa yang mungkin bapak ajarkan kurang related dengan kebutuhan mereka.
Saran saya, sebelum memberikan training di suatu sekolah, ada baiknya dilakukan observasi dengan cara metode in-depth interview atau snowball dengan beberapa guru mengenai kesulitan yang selama ini dihadapi.
Setelah itu, dengan kerjasama mereka dapat dirumuskan 'obat' yang tepat sesuai 'penyakit' yang diderita.
Walaupun effort yang dilakukan cukup besar namun akan setimpal dengan hasilnya, sehingga materi training yang diajarkan nantinya dapat diimplementasikan dengan baik.
Selamat mencoba.

Salam Entrepreneurship,

Dr(c).Sandy Wahyudi,MM,MA.

Solusi menuju siswa entrepreneur

sebenarnya workshop yg telah dilaksankan telah tepat sasaran.. namun pd implementasi sgt sulit d sebabkan sarana penunjang baik di sekolah maupun d prguruan tinggi sangatlah minim, sehingga para guru dan trener2 yg lain kesulitan..
saran sy kpd instansi yg menginginkan para siswa dan mahasiswa mempunyai jiwa entrepreneurship maka sangat dibutuhkan suatu lembaga khusus di lingkup instansinya. sehingga mampu memprogramkan kegiatan yg amplikatif krn pd umumnya siswa tdk fokus kalau tdk ada praktek lapangan yg mampu merubah mainsetnya. ingat slogan siswa ITU HANYA TEORI

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <u> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <img> <p> <div> <span> <br> <b> <i> <h1> <h2> <h3> <h4> <h5> <h6> <hr> <cite>
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Images can be added to this post.
  • Use <!--pagebreak--> to create page breaks.
  • Flash node macros can be added to this post.
  • You may use [view:viewname] tags to display listings of nodes.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Security question, designed to stop automated spam bots