Hasil dari Workshop = Prihatin
Sebagai Training Coordinator Program Pendidikan Entrepreneur K-12 Ciputra Way, saya berjumpa banyak guru yang ada di Indonesia. Ditengah-tengah training dan waktu istirahat biasanya saya menyempatkan diri untuk ngobrol dengan para peserta yang kebanyakan guru. Dari mereka saya jadi tahu kalau materi yang saya trainingkan itu bagus dan memberi inspirasi bagi mereka. Namun....dari mereka juga saya mengetahui bahwa inspirasi bagus yang didapat dari workshop -workshop atau training-training yang diadakan tidak pernah bisa di implementasikan di sekolah mereka. Aku mencoba mencari jawab: mengapa ya kok bisa seperti ini????
Jika teman-teman guru atau pimpinan sekolah mempunyai pengalaman untuk memecahkan masalah ini. jangan sungkan berbagi dengan saya. Saya tunggu ya.
Lucky
Comments
Training based on Demand
Fri, 18/03/2011 - 20:39 — Sandy Wahyudi (not verified)Halo pak Lucky,
Saya tetangga sebelah bapak di UC (R.203 atau BPU).
Menurut saya training yang bapak berikan adalah best practice dari pengalaman bapak selama ini. Namun menurut saya tiap sekolah punya tantangan berbeda, sehingga apa yang mungkin bapak ajarkan kurang related dengan kebutuhan mereka.
Saran saya, sebelum memberikan training di suatu sekolah, ada baiknya dilakukan observasi dengan cara metode in-depth interview atau snowball dengan beberapa guru mengenai kesulitan yang selama ini dihadapi.
Setelah itu, dengan kerjasama mereka dapat dirumuskan 'obat' yang tepat sesuai 'penyakit' yang diderita.
Walaupun effort yang dilakukan cukup besar namun akan setimpal dengan hasilnya, sehingga materi training yang diajarkan nantinya dapat diimplementasikan dengan baik.
Selamat mencoba.
Salam Entrepreneurship,
Dr(c).Sandy Wahyudi,MM,MA.
Solusi menuju siswa entrepreneur
Wed, 23/03/2011 - 07:59 — Entrepreneur (not verified)sebenarnya workshop yg telah dilaksankan telah tepat sasaran.. namun pd implementasi sgt sulit d sebabkan sarana penunjang baik di sekolah maupun d prguruan tinggi sangatlah minim, sehingga para guru dan trener2 yg lain kesulitan..
saran sy kpd instansi yg menginginkan para siswa dan mahasiswa mempunyai jiwa entrepreneurship maka sangat dibutuhkan suatu lembaga khusus di lingkup instansinya. sehingga mampu memprogramkan kegiatan yg amplikatif krn pd umumnya siswa tdk fokus kalau tdk ada praktek lapangan yg mampu merubah mainsetnya. ingat slogan siswa ITU HANYA TEORI
Post new comment